Jumat, 30 Juli 2021

PON XX PAPUA 2021 : INFRASTRUKTUR DAN WISATA KELAS DUNIA DARI TIMUR INDONESIA

Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan ajang kompetisi olahraga terbesar di Indonesia yang diselenggarakan 4 tahun sekali sejak tahun 1948, sehingga kini PON telah mencapai untuk yang ke-20 kali. Penunjukan Provinsi Papua sebagai tuan rumah PON XX telah dilaksanakan pada 2014 silam. Melalui hasil RAT KONI 2014, Papua mendapat suara terbanyak sebagai provinsi penyelenggara PON 2020, mengalahkan Nangroe Aceh Darussalam dan Bali yang juga telah melakukan persiapan sebagai host PON 2020. Dengan demikian, Papua berhasil menjadi tuan rumah pertama PON di kawasan timur Indonesia. Papua dinilai menarik dan cukup siap untuk memfasilitasi pesta olahraga nasional bergengsi ini. Di samping itu, adanya PON di Papua juga diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah. Dengan demikian, hal tersebut juga diharapkan akan turut membantu mengakselerasi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Perhelatan pekan olahraga terbesar di Indonesia yang seharusnya diadakan pada 20 Oktober 2020 lalu harus tertunda satu tahun akibat kondisi pandemi dan akhirnya akan digelar pada 2-15 Oktober 2021 nanti. Bertempat di wilayah Timur Indonesia, Pekan Olahraga Nasional (PON) XX akan dimeriahkan oleh ratusan atlet dari 34 provinsi dan 37 cabang olahraga.

PON XX yang berlangsung di timur Indonesia ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan bangsa Indonesia dari pandemi COVID-19. Wabah corona yang mengacaukan situasi di seluruh dunia juga berdampak drastis terhadap kehidupan Indonesia dari berbagai sisi. Terutama bagi Papua sendiri, PON diharapkan mampu menggerakkan dan mengakselerasi peningkatan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat setempat melalui berbagai potensi yang dimiliki, seperti seni, kuliner, budaya, dan pariwisata. Tak lupa pelaksanaan PON XX yang menjadi kegiatan penjaringan atlet baru berskala nasional ini diharapkan pula mampu membangkitkan semangat muda-muda Papua untuk meraih lebih banyak prestasi sebagai aset terbaik bangsa.

      Pekan Vaksinasi Covid-19 di Papua. (Sumber : papuainside.com)

Karena diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19, Panitia Besar PON XX Papua 2021 juga menggelar pekan vaksinasi Covid-19 khusus untuk panitia, atlet, official, dan masyarakat sekitar venue PON yang bertempat di Aula Kantor Dinas Otonom, Kotaraja, Jayapura. Pekan vaksin menuju PON XX ini bukan hanya dilakukan di Jayapura saja, akan tetapi juga dilaksanakan di klaster PON lainnya. Kegiatan ini juga merupakan perintah Presiden Jokowi bahwa semua orang yang terlibat dalam PON XX wajib divaksinasi.

Kini seluruh persiapan PON XX di Papua telah siap. Dengan tagline Torang Bisa! PON XX akan dilakukan di empat klaster kabupaten dan kota yaitu: Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke, dan Kabupaten Mimika. Masing-masing klaster ini telah dilengkapi fasilitas pertandingan yang memadai sesuai jenis cabang dan disiplin olahraga masing-masing serta bertaraf internasional.


INFRASTRUKTUR BERTARAF INTERNASIONAL 

Istora Papua Bangkit

      Stadion Utama Lukas Enembe. (Sumber : Indonesia.go.id)

Istora Papua Bangkit yang berada dalam kawasan Stadion Utama Papua Bangkit, atau saat ini dikenal dengan nama Stadion Lukas Enembe merupakan stadion yang terletak di Kampung Harapan, Kelurahan Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua. Stadion tersebut memiliki daya tampung 42.000 penonton dan dibangun sesuai dengan standar internasional memenuhi peraturan Federasi Sepakbola nternasional (FIFA) dengan luas stadion 71.697 meter persegi di atas lahan seluas 13 hektar. Pembangunannya dimulai sejak akhir 2016 dan selesai pada Mei 2019. Diresmikan pada 23 Oktober 2020.

Stadion Lukas Enembe memiliki pemandangan indah, dengan latar pegunungan Cycloop di utara dan latar Danau Sentani di selatan, yang disebut-sebut sebagai stadion terindah di Indonesia. Dilengkapi dengan ornamen khas Papua serta lampu berwarnawarni yang menambah keindahannya pada malam hari. Stadion ini dibangun dalam rangka mensukseskan PON XX Papua 2021 ini.

      Kawasan Olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Jayapura. (Sumber : Dok.KemenPUPR)

Arena Aquatic

     Venue Aquatic PON XX Standar Internasional. (Sumber : Dok. Waskita Karya)

Venue Arena Aquatic ini berada di kompleks Istora Papua Bangkit, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Jayapura. Venue PON XX yang akan mempertandingkan cabang olahraga Renang, Short Course 25 meter, Water Pollo, Senam Indah, dan Loncat Indah ini dibangun di atas lahan 28.000 meter persegi dengan luas bangunan 17.783 meter persegi serta memiliki kapasitas 1569 kursi tribun.

Pembangunan venue ini dimulai pada 7 Desember 2018 dan selesai pada 31 Agustus 2020. Setelah itu, Arena Aquatic PON XX ini disertifikasi sesuai dengan standar Federation Internationale de Natation (FINA) dan dinyatakan memenuhi standar olimpiade.


Arena Cricket dan Hockey (Indoor dan Outdoor)

      Arena Cricket PON XX. (Sumber : pasificpos.com)

Arena Cricket ini berada di Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu, Jayapura yang dibangun bersamaan dengan venue Hockey Indoor dan Outdoor dalam satu kawasan. Dibangun di atas lahan seluas 2.802 meter persegi dan mempunyai kapasitas tribun 2.585 penonton ini dilengkapi dengan lapangan pemanasan. papan skor LED serta pencahayaan Field of Play berkekuatan 1.000 lux. Venue ini juga telah mendapatkan sertifikasi dari International Cricket Council (ICC)

      Arena Hockey Indoor. (Sumber : dok. KemenPUPR)

     Arena Hockey Outdoor. (Sumber : ceposonline.com)

Adapun arena hockey outdoor juga telah mengantongi sertifikasi dari Federation Internationale de Hockey (FIH) dan siap digunakan untuk pertandingan berskala internasional.


PON XX Papua 2021 ini merupakan salah satu agenda yang dapat membangkitkan semangat baru bagi kebangkitan Papua. Selain menemukan atlet-atlet baru Indonesia berkualitas dan meningkatkan persatuan melalui semangat olahraga, atensi publik yang akan menyorot Papua juga dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan lebih luas potensi Bumi Cendrawasih ini, terutama pariwisata kelas dunianya. 

WISATA KELAS DUNIA

Jembatan Youtefa

      Sumber : Indonesia.go.id

Jembatan Youtefa (sebelumnya bernama Jembatan Holtekamp) merupakan salah satu jembatan di Kota Jayapura, Provinsi Papua yang menghubungkan antara kampung Hotelkamp, Muara Tami dengan Kampung Hamadi. Penamaan Youtefa diambil berdasarkan permintaan masyarakat adat setempat, salah satunya dikarenakan jembatan tersebut berada di atas teluk Youtefa. Jembatan yang memiliki panjang 732 meter dengan lebar 21 meter ini menjadi landmark Papua dan tercetak di uang pecahan Rp 75.000 loh. Tak hanya itu, Jembatan yang diresmikan Preseiden Jokowi pada 28 Oktober 2019 ini juga meraih 2 rekor penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dan tentunya sebagai infrastruktur yang mendukung pelaksanaan PON XX ini.


Taman Nasional Lorentz

     Sumber : travel.kompas.com

Taman Nasional Lorentz terletak di bagian Tengah-Selatan Papua dan membentang sekitar 2,4 juta hektar dan membentang dalam 10 kabupaten di Provinsi Papua. Dengan luas tersebut, TN Lorentz menjadi taman nasional terluas di Asia Tenggara. Pada tahun 1999 taman nasional ini diterima sebagai situs warisan dunia UNESCO. 

TN Lorentz merupakan perwakilan dari ekosistem terlengkap untuk keanekaragaman hayati di Asia Pasifik. Kamu juga bisa menemukan habitat satwa langka seperti kanguru pohon berwarna coklat yang menjadi ikon PON XX Papua 2021 ini. Selain memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, terdapat pula beberapa keunikan dengan adanya gletser di Puncak Jaya dan sungai yang menghilang beberapa kilometer ke dalam tanah di Lembah Baliem. Oleh karenanya, kawasan ini juga merupakan salah satu diantara 3 kawasan di dunia yang mempunyai gletser di daerah tropis.


Taman Nasional Teluk Cendrawasih

    Taman Nasional Teluk Cendrawasih. (Sumber : telukcendrawasihnationalpark.com)

Taman Nasional Teluk Cendrawasih merupakan taman nasional perairan terluas di Indonesia yang terdiri dari daratan pesisir pantai dan pulau-pulau, terumbu karang, serta perairan lautan. TN yang terletak di Teluk Cendrawasih, Provinsi Papua Barat ini terkenal kaya akan jenis ikan. Tak hanya itu, penyu, duyung, paus biru, ketam kelapa, lumba-lumba, dan hiu juga sering terlihat di perairan TN Teluk Cendrawasih.

Keindahan alam Papua memang tidak ada habisnya. Kekayaan alam, keunikan tradisi masyarakat, hingga flora dan fauna khas tidak hanya menarik wisatawan lokal tapi juga mancanegara. Momentum PON XX Papua 2021 ini rasanya sangat pas untuk menghidupkan kembali geliat sektor pariwisata yang sempat lesu akibat pandemi. 

Sa Dukung PON XX Papua 2021. Selamat berjuang para atlet berbakat harapan bangsa. Torang Bisa!


Senin, 12 Juli 2021

Melahirkan Anak Pertama melalui Persalinan Normal dengan Induksi 23 Jam

Kehamilan pertamaku, sungguh menjadi pengalaman yang tak ternilai. Mungkin karena anak pertama, jadi terasa sangat excited. There's always first time for everything

Meskipun sudah 4 tahun lalu, tapi cerita persalinannya adalah cerita paling berkesan selama hidup. Dari awal mengetahui aku hamil, aku mempunyai keinginan untuk melahirkan melalaui persalinan normal, jika memungkinkan. Oleh karena itu, aku cukup rajin membaca dan membekali diri dengan informasi seputar kehamilan dan persalinan. Di era digital ini sungguh bukan hal yang sulit untuk mendapatkan informasi yang kita butuhkan, akan tetapi kita juga perlu memfilter lagi apakah informasi tersebut datang dari sumber yang kredibel. Untuk informasi seputar kehamilan, kesehatan anak, keluarga, dan parenting aku cukup sering mengunjungi website ibupedia.com. Karena selain kredibel, ibupedia tidak hanya menyajikan informasi melalui artikel saja, tetapi juga terdapat infografis yang menarik sehingga mudah dipahami.


MASA KEHAMILAN

Aku menjalani masa-masa kehamilan yang menyenangkan. Tidak ada keluhan yang berarti sampai usia kehamilan 30 weeks dimana dokter obgyn menyampaikan bahwa posisi bayi masih sungsang dengan kepala masih berada di atas. Bukan hanya itu, dokter juga menyampaikan bahwa plasenta menutup sebagian jalan lahir (plasenta previa) akan tetapi masih bisa untuk melahirkan melalui persalinan normal. Alhamdulillah, aku pun cukup optimis setelah diyakinkan oleh pernyataan dokter tersebut.

Aku pun mulai mencari informasi agar posisi kepala bayi berada di bawah. Aku mulai mencoba mempraktekkan tips yaitu melakukan sujud 15 menit minimal 2x sehari. Usaha itu pun membuahkan hasil. Ketika kontrol kehamilan 34 weeks, posisi kepala bayi sudah berada dibawah, tinggal mengusahakan agar masuk ke panggul. 

Memasuki usia kehamilan 39 weeks tidak ada tanda-tanda akan melahirkan seperti kontraksi, muncul flek, dan rembesan air ketuban. Jadi aku memutuskan untuk kontrol kehamilan. Dokter mengatakan bahwa berat bayi ideal, air ketuban masih banyak dan tidak keruh. Aku diarahkan untuk cek Cardiotocography (CTG), dan hasilnya detak jantung bayi bagus dan masih belum ada kontraksi. Akan tetapi dokter menyarankan apabila sampai 40 weeks tidak ada tanda-tanda akan melahirkan, langsung datang saja ke Rumah Sakit dan akan dilakukan tindakan induksi. Sempat ragu karena pernah mendengar cerita teman kantor yang melakukan persalinan dengan induksi, akan lebih sakit. Mungkin karena belum merasakan sakitnya seperti apa, aku tetap bisa meyakinkan diri sendiri bahwa it's gonna be okay dan pasti aman karena dibawah penanganan dokter. Dan mungkin juga masih ada sedikit harapan bahwa bayiku akan lahir sebelum 40 weeks.


PROSES MELAHIRKAN

Hingga usia kehamilan 40 weeks, sama sekali tidak ada tanda-tanda akan melahirkan. Akhirnya aku dan suami bersiap untuk pergi ke Rumah Sakit sesuai dengan arahan dokter. Sesampainya di RS, suami mengurus administrasi dan aku memasuki kamar untuk dilakukan observasi. Ketika dicek, ternyata belum ada pembukaan. Tepat pada hari Senin, 40 weeks, pukul 13.00, suntikan induksi melalui infus dilakukan. Tiga jam pertama belum ada rekasi yang signifikan, jadi masih bisa ngobrol, bercanda, dan main handphone. Setelah itu, sekitar pukul 16.00 baru terasa nyeri di bagian panggul belakang, tetapi masih bisa di toleransi karena masih hilang timbul. Bidan menyarankan apabila terasa sakit, agar memiringkan badan kekiri untuk mempercepat penurunan kepala bayi saat persalinan. Pukul 17.00 bidan mengecek pembukaan, dan ternyata baru pembukaan 1. 

Mulai saat itu, nyeri panggul bagian belakang semakin intens. Aku hanya bisa mengelus dan sedikit memijatnya sembari merintih serta merapalkan doa. Sesekali meminta suami memijit dan memberi minum air gula agar energi tetap ada. Hingga pukul 21.00, bidan mengecek masih pembukaan 3. Pada pukul 23.00 bidan menawarkan untuk operasi caesar karena tim bedah ada jadwal operasi caesar di jam tersebut. Jika aku berminat, bisa dijadwalkan setelahnya. Melihatku yang kesakitan, suamiku berujar "it's okay kalo kamu memilih untuk operasi caesar, you've done great". Tapi aku merasa masih kuat, dan kondisi bayi juga masih aman. Setelah aku & suami begadang semalaman, pukul 07.00 dokter visit mengecek dan masih pembukaan 5. Energi terkuras semalaman dan mulai habis. Entah mendapatkan kekuatan darimana, aku masih memilih melanjutkan proses induksi ini. Hingga pukul 10.00 aku merasa sudah benar-benar tidak kuat lagi, exhausted. Aku meminta suamiku untuk memanggil bidan jaga dan meminta operasi caesar saja. Bidan pun mengecek pembukaan, surprisingly sudah pembukaan 8 dan menyarankan agar melanjutkan proses ini, tinggal sedikit lagi. Aku pun menguatkan diri lagi, dan akhirnya pada 11.59, dengan 3 kali mengejan, lahirlah bayi laki-laki yang kutunggu-tunggu. Rasa sakit yang tadi kurasakan sekejap hilang. Akhirnya, aku menjadi seorang ibu. 

    (Dok. pribadi)


Dari pengalaman ini, aku relate mengapa sampai ada ungkapan "surga di bawah telapak kaki ibu", karena dari mulai hamil sampai melahirkan, atau bahkan nanti mengASIhi sangat membutuhkan perjuangan. Untuk para calon ibu, persiapkan persalinan kalian dengan baik ya. Untuk kalian yang berencana untuk melahirkan melalui persalinan normal, coba baca tips disini deh, agar prosesnya nyaman dan minim trauma. Selain memperbanyak informasi tentang proses persalinan yang akan kalian pilih/inginkan, perlu juga persiapan fisik dan mental agar kuat hingga akhir dan jika terjadi hal yang tidak diinginkan dalam prosesnya, bisa menerimanya dengan ikhlas. Yang terpenting dari persalinan adalah, Ibu dan Bayi dalam kondisi sehat.